RSS

Protected: Maybe You

This post is password protected. To view it please enter your password below:


 
Enter your password to view comments.

Posted by on March 23, 2011 in story of life

 

Pulau Tidung Nan Eksotis

kaniaaranda.wordpress.comDi pertengahan bulan Februari 2010, gw dan temen-temen kuliah yang tergabung dalam kelompok arisan Rumpi Warung Kupi merencanakan untuk pergi liburan. Lalu diusulkanlah beberapa tempat yang belum pernah dikunjungi, salah satunya adalah Pulau Tidung di Kepulauan Seribu Selatan. Awalnya, gw belum ngeh dimana itu Pulau Tidung, karena namanya sendiri memang belum familiar di telinga. Kata salah satu temen, Vini, Pulau Tidung itu pulaunya masih bagus, pantainya indah dan belum banyak dikunjungi orang, jadi kalau kesana belum rame banget lah.

Dengan niat menggebu-gebu *agak lebay* akhirnya si Vini dan sang pacar, Arif, berbaik hati untuk survei ke Pulau Tidung. Ternyata eh ternyata, Arif punya adik yang sudah menikah dan tinggal bersama suaminya di Pulau Tidung. Jadi, boleh dibilang surveinya si Vini dan Arif sangat-sangat terbantu dengan ada adiknya disitu. :wink:

Vini dan Arif pun pulang survei dengan segudang foto keindahan Tidung dan cerita-cerita menarik *lebaynya mulai lagi* :razz: But seriously, foto-fotonya memang baguuus, semakin bikin ngiler buat cepet-cepet pergi ke Tidung, hehehe.. Akhirnya, kami pun -biasa disebut dengan Rumpiers- mulai mempersiapkan semuanya, se-detail-detail-nya. Ada 15 orang Rumpiers yang akhirnya bisa pergi, yaitu gw sendiri, Vini, Lala, Indira ‘Pandir’, Neng Ashry ‘Nengki’, Cintia ‘Indun’, Deasy, Uthe, Sari, Puji, Indah ‘Mocan’, Defi, Prabu, Muje dan Arya.

Let’s start the holiday…

::DAY I – Sabtu, 5 Juni 2010::

04.00 Bangun tidur (Lokasi: kediaman Vini, Ciledug)

Rumpiers memutuskan untuk menginap dirumah Vini pada hari Jum’at malam, supaya bisa berangkat bareng ke Muara Angke. Kondisi pagi ini cukup hectic, karena pada berebut kamar mandi. Tapi tetep aja masih ada yang tertidur dengan pulasnya, sembari menunggu kamar mandi kosong *lirik Lala, Uthe, Prabu dan Muje*.

05.30 – 06.45 Perjalanan Ciledung – Muara Angke

Thanks to Vini’s Mom, karena beliau lah kita dibolehin nginep -dan membuat kegaduhan- serta disediakan 2 mobil untuk mengantar Rumpiers ke Muara Angke. Perjalanan cukup aman terkendali, kecuali di saat mobil satunya lagi salah mengambil jalur di tol dan ban mobil Vini kempessssss! :roll: Alhamdulillah dengan sigapnya Lala pun memberhentikan taksi kosong yang sedang lewat *two thumbs up, Lala*, dan kami pun meluncur kembali ke Muara Angke. Wuuuzzzzzz…

06.45 Tiba di Muara Angke

Masuk ke dalam kawasan Muara Angke, bau-bau tidak sedap pun menyerang. Duh, bener-bener deh pelabuhan ini, baunya ga nahaaaaan.. Amis banget, sampah dimana-mana, becek, lautnya pun hitam karena sampah! *iyyuuuuuh* Jadi, kudu siap-siap menutup hidung saat memasuki kawasan ini! Tapi semua itu ga menurunkan semangat Rumpiers untuk liburan. :mrgreen: Lalu, kami pun mulai mencari kapal yang akan kami tumpangi dengan meloncati dan memanjat beberapa kapal lain, dan bagi gw itu cukup sulit -faktor kegendutan juga nih-, hahaha. Oia, jangan dipikir kapal yang kami tumpangi itu kapal feri yah.. Sama sekali bukan!! Kami menumpangi kapal motor, yang hanya terbuat dari kayu dan bertutupkan terpal. Biaya yang harus dikeluarkan untuk naik kapal ini adalah 33.000 IDR per orang, jadi kalau PP ya 66.000 IDR. Informasi yang kami dapat, kapal-kapal di Muara Angke itu berangkat pukul 07.00, jadi harus ekstra pagi berangkat dari rumah. Sesampainya di kapal, kami pun mulai mencari tempat masing-masing untuk membuka lapak beristirahat, karena memang kami kurang tidur malamnya. Minum antimo pun dilakukan, demi jaga-jaga supaya ga mabok laut selama perjalanan.  3 jam boo dari Muara Angke ke Pulau Tidung! Selesai menggelar tempat masing-masing, misi foto-foto dan tidur pun dilakukan, hahaha. Kebangun jam 07.45, gw masih di Muara Angke!!!! :mad: Ternyata, ada 1 rombongan yang datengnya telat, dan didalam rombongan tsb gw pun melihat seorang Astrid Tiar si Gadis Sampul… -penting bgt nih cerita- :-| Akhirnya sodara-sodara, ketika waktu menunjukkan pukul 08.00, kapal pun berangkat. Capcuuuuuus..

10.30 Tiba di Pulau Tidung

Horrreeeee!! Alhamdulillah, perjalanan lebih cepat setengah jam. Well, ternyata sekarang Pulau Tidung happening sekali, ramaaaaai! Pecah sudah yang ada di benak gw kalau Pulau Tidung itu masih sepi. Kami pun sudah ditunggu oleh adik iparnya Arif untuk segera menuju penginapan.

10.50 – 13.00 Tiba di Penginapan dan Ishoma

Penginapan di Pulau Tidung berupa rumah-rumah penduduk. Jadi ga ada deh yang namanya hotel/motel disitu, hehehe. Kami menginap dirumah adik iparnya Arif. Rumahnya cukup luas, terdapat 3 buah kamar, 2 kamar mandi, dapur, ruang makan, ruang keluarga lengkap dengan tv dan 2 kipas angin. Harga sewa rumahnya adalah 400.000 IDR per malam. Kami pun segera leyeh-leyeh dulu karena masih jetlag *woelah, lebaynya keluar lagi* :lol: Cukup dengan leyeh-leyeh, kami makan siang dengan menu ikan tongkol goreng lengkap dengan sayur, kerupuk, dan buah. Untuk biaya makan adalah 15.000 IDR per orang per sekali makan.

13.00 – 17.00 Bersepeda keliling pulau, trekking menyeberangi jembatan panjang dan Tidung Kecil

Pulau Tidung terbagi atas 2 pulau, yaitu Tidung besar dan Tidung kecil. Kami menyewa sepeda seharga 15.000 IDR per hari untuk mengelilingi pulau. FYI, jok sepedanya keras banget boo..membuat pant** sakitnya ampun-ampunan! Tapi, Rumpiers tetap ceria dan excited banget untuk bersepeda. Biking pun dimulai dari Tidung besar yang merupakan perkampungan penduduk, sekolah, puskesmas dan lokasi pemerintahan, hingga ke jembatan menuju pulau Tidung kecil. Ternyata sekarang tidak boleh lagi bersepeda sampai ke Tidung kecil, mungkin karena faktor semakin banyak wisatawan dan jembatannya tidak terlalu kuat untuk dilintasi sepeda. Trekking pun dimulai dari jembatan panjang -dengan tidak lupa berfoto-foto dengan background pemandangan yang sangat indah- hingga sampai di Pulau Tidung kecil. Tidung kecil hanyalah berupa hutan mangrove yang sangat indah, dan rumpiers tidak menyia-nyiakan waktu untuk tidak berfoto! Hahaha.. Lelah trekking dan puas foto-foto, kami mencari sesuatu yang bisa dimakan -sebagai cemilan tentunya-. Sudah banyak penduduk setempat yang menjajakan makanan, mulai dari mie instan, bakso, mie ayam, siomay hingga sekedar wafer dan minuman. Harga rata-rata adalah 8.000 IDR. Yah, kalau dibilang enak banget sih ga juga, tapi bolehlah untuk sekedar mengisi perut yang keroncongan. :mrgreen:

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on June 20, 2010 in Reviews, story of life

 

Tags: , ,

Protected: suka cita, duka cita

This post is password protected. To view it please enter your password below:


 
Enter your password to view comments.

Posted by on May 31, 2010 in story of life

 

Tags: ,

Memanjakan Diri di Bale-Bale Spa

Sesuai dengan judulnya, tanggal 8 Mei 2010 yang lalu aku dan dua orang teman SMP (Gita dan Hikmah) berhasil memanjakan diri di Bale-Bale Spa daerah Gandaria. Lokasinya ada didalam Perumahan Taman Gandaria Blok C 16-17, Kebayoran Baru. Sebelum datang ke tempat spa-nya, aku dan teman-teman memang udah survei melalui webnya. Kita cari tau letaknya dimana, serta yang paling penting adalah cari tau jenis perawatan dan harganya! :mrgreen:

Kabarnya, Bale-Bale Spa ini suka penuh kalo weekend. Nah, karena kita milih melakukan perawatannya hari Sabtu, jadi maksimal 3 hari sebelum weekend  kita harus booking dulu, bikin perjanjian mau melakukan perawatannya jam berapa, ada berapa orang, sama jenis perawatannya. Aku dan teman-teman pilih hari Sabtu jam 11 siang. Kalau aku sendiri, pilih jenis perawatan Paket A1 + creambath tradisional.

Sesampainya di Bale-Bale Spa, aku excited banget liat tempatnya yang back to nature, sangat tradisional, jawa banget, homy, dan sangat-sangat cozy! Bersih pulaaa.. -iyalah, klo ga bersih, orang juga males kali melakukan perawatan disini- hehe.. Pokoknya, kesan pertama udah ok deh.. *thumbs up* Read the rest of this entry »

 
5 Comments

Posted by on May 15, 2010 in Reviews, the sexiest thing

 

Tags:

Langkah-langkah Menjalani Hidup

1. Aku dilahirkan untuk menjadi PEMENANG.

Keyakinan pertama yang harus aku miliki sebagai anak manusia adalah keyakinan bahwa aku dilahirkan untuk menjadi Pemenang. Aku percaya bahwa tidak mungkin Allah menciptakan aku ke dunia ini, tanpa alasan apapun. Tidak mungkin! Pasti ada alasannya, bukan? *tarik nafas perlahan sebentar*
Nah, jika aku berani lahir, maka aku juga haruslah berani mati (karena aku pasti mati, bukan? Hehe..) Lalu, sekarang mati seperti apa yang aku inginkan? *tarik dan tahan nafas yang lama…* Duh, sereeem banget sih pertanyaannya. Iya dong, sekali-sekali serius ah! Baiklah, sekarang pilihan aku sebagai manusia yang hidup, yang masih bernafas, yang masih beredetak jantungnya, hanya tersisa satu pilihan saja, bukan? Yakni aku ingin mati sebagai apa? Ingin dikenang sebagai siapa?
Karena aku yakin bahwa aku dilahirkan untuk menjadi Pemenang, sudah sebaiknya pula aku memilih mati minimal sebagai pemenang. Pemenang seperti apa, itu persoalan lain. Yang penting pilihannya adalah kembali ke Sang Khalik sebagai seorang pemenang. Gak malu-maluin yang “nyiptain”, gitu lho! Orang Sunda bilang: “Tong Ngerakeun”.
Lalu, setelah sadar bahwa aku dilahirkan untuk menjadi Pemenang, berarti aku sekarang harus bangun dari biusnya si tidur. Oke, setelah bangun bukankah diperlukan kekuatan, diperlukan keberanian, diperlukan…? Ya,…

2. Memang diperlukan keberanian untuk melangkah maju ke depan. Namun, bagaimana berani *tahan nafas sebentar* kalau aku tetap diam di tempat?

Betul juga ya. Baiklah aku segera berdiri dan mulai melangkah. Langkah pertama, langkah kedua dan langkah ketiga, tapi oh..oh.. lihat apa yang ada di
depan jalan. Ah, kayaknya agak mendung, agak redup, agak berkelok, agak licin. Ehm, bisa-bisa terpeleset, tergelincir, bahkan terpental saat di
perjalanan? Ya, bisa saja. Namun, aku yakin akan pesan mamaku…

3. Daripada hanya berdiam diri… Melangkah dan mungkin tergelincir *tahan nafas sebentar* adalah pilihan yang jauh lebih baik! *tahan nafas sebentar (lagi)* Ada banyak pelajaran di sana…

Masa sih? Apakah benar dengan tergelincir aku malahan belajar? Betul, bila aku bisa merasakan sakitnya tergelincir, maka pasti aku akan menghindari
berbuat kesalahan yang sama. Akupun akan mencari ide-ide lain yang lebih baik, lebih tepat guna, lebih kreatif, lebih produktif dan sebagainya.
Kesalahan yang terbesar adalah aku tidak pernah melakukan sesuatu, bahkan mencobanya pun “gak” pernah, malah pikiran aku sering “merancang” imajinasi rasa sakit yang belum tentu terjadi dari sebuah kesalahan atau kekeliruan di masa mendatang. Astaghfirullah, ngeri sekali bukan? Karena aku merancang ketakutan, maka seringkali aku hanya berdiam diri. Namun aku sebenarnya percaya bahwa… (baca kalimat berikut ini dengan sangat keras!!!)

4. Orang yang berani bangkit dan belajar dari kegagalan adalah PEMENANG SEJATI!

Huh, lumayan kalimat motivasi ini ya. Cukup kuat dampaknya untuk membangkitkan semangat paling dalam dari diriku. Di dunia ini banyak sekali cerita orang yang pernah mengalami kegagalan dan setelah itu tidak ada lagi ceritanya. Apakah aku mau seperti mereka? Habis terbit, kena awan gelap dan menghilang tanpa bekas? Gone with the wind…
Ah, aku kan bisa punya pilihan lain. Aku ingin jadi pemenang atas diriku sendiri. Cerita kehidupan yang hanya bisa dibagikan adalah cerita
kebangkitan, bukan cerita kegagalan. Wah, jika aku tidak pernah bangkit, maka habislah pula cerita hidupku. Percuma dong aku dilahirkan. Baik,
baiklah dan baiklah! (silahkan teriak dalam hati, hehe..) Sekarang aku tanamkan dalam benakku bahwa aku HARUS bangkit, kapanpun saat aku mengalami apa yang disebut orang lain adalah kegagalan. Karena aku yakin dan percaya bahwa… Read the rest of this entry »

 
3 Comments

Posted by on April 15, 2010 in story of life

 

Tags:

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.