Udah lama banget gw dan keluarga pengen jalan-jalan atau liburan bareng dua nenek tersayang -yang sekarang tinggal sendiri karena dua kakek udah ga ada-. Alhamdulillah, hari untuk liburan yang udah lama ditunggu itu tiba juga.
Sabtu-Minggu, 20-21 Maret 2010 aku sekeluarga bareng dua nenekku pergi liburan ke Puncak. Awalnya sih pengen ke Bandung, tapi karena nenekku dua-duanya udah tua dan agak susah untuk jalan, jadi kita ganti tempat yang emang pas untuk liat banyak pemandangan indah dan udaranya masih sejuk banget.
Berangkat jam 9 pagi dari rumah, tujuan awal adalah Restoran Cimory di daerah Cisarua, Puncak. Selama perjalanan kita banyak ketawa dan ngobrol sambil sesekali makan cemilan dan minum minuman yang sebelumnya udah beli di mini market. Tiba di Cimory, pas banget lagi hujan, tapi itu ga menghalangi kami sekeluarga untuk menikmati makanan dan udara sejuknya Puncak.
Setelah cukup lama kita stay di Cimory, setelah puas dengan makan minum, setelah puas belanja yoghurt dan susu sapi khasnya Cimory, serta (tentunya yang ga boleh ketinggalan) foto-foto..
kita lanjut perjalanan menuju vila tempat kita akan menginap. Vila itu terletak di kawasan Cipanas, Puncak, yaitu Kota Bunga. Kebetulan, vila di Kota Bunga itu milik kerabat keluarga kami, tempatnya nyaman banget walopun agak sepi *promosi sedikit ya* :p
Hari Sabtu itu, setelah kami sampai vila dan istirahat sebentar untuk sholat dan mandi, kami jalan-jalan mengitari Kota Bunga yang sekarang semakin luas. Banyak pemandangan indah dan rumah-rumah lucu dari berbagai negara, serta ada tempat hiburan untuk pengunjung Kota Bunga, yaitu Little Venice dan Arena Fantasi. Malamnya kami cuma di vila saja karena hujan turun dengan derasnya, sambil menikmati makanan yang beli di restoran terdekat dan menonton tv.
Keesokan harinya, kami sempat jalan pagi sambil menghirup udara segar di kompleks little indian. Lalu aku dan kedua adikku, Meryl dan Rasha menunggangi kuda memutar Kota Bunga. Karena masih takut dan tidak terbiasa menunggangi kuda, kami masih ditemani oleh abang-abangnya. Read the rest of this entry »




