The Time Traveler’s Wife adalah sebuah film yang dibuat berdasarkan novelnya -dengan judul yang sama-. Karena aku baca bukunya baru nonton filmnya di DVD, jadi aku review filmnya aja yah.. Next, aku akan beli bukunya *insya Allah*
Filmnya bercerita tentang Henry de Tamble yang mempunyai penyakit genetika -semacam kemampuan juga- dapat menjelajahi waktu. Henry bisa pergi kemana pun dan kapan pun ke berbagai tempat yang tak dikenalinya, dalam waktu 10 tahun ke belakang ataupun ke depan. Setiap Henry menghilang ke tempat lain, selalu saja pakaian yang dipakainya itu tertinggal. Sehingga ketika Henry ada di tempat lain, ia dalam keadaan naked. Henry tidak pernah bisa memahami dan mengerti apa yang terjadi dengan dirinya yang bisa menjelajah waktu, bahkan Henry juga punya seorang dokter pribadi yang terus berusaha memecahkan keanehan ini.
Saat berpindah-pindah waktu Henry bertemu dengan Clare Abshire, seorang anak perempuan biasa yang tinggal di Michigan dan pada akhirnya jatuh cinta pada Henry. Clare -pertama kali- bertemu Henry saat usianya 6 tahun, sedangkan Henry berusia 36 tahun. Henry tiba-tiba berada di sebuah ladang rumput, yang kemudian diketahui sebagai halaman rumah Clare. Disana ada Clare yang sedang bermain, dan dikagetkan dengan kedatangan Henry. Akhirnya, pertemuan ini sering terjadi. Clare selalu menunggu kedatangan Henry dan menyiapkan pakaian untuk Henry.
Saat Clare bertemu Henry dalam versi real time -Henry disaat umur yang sesuai di tahun itu- Clare sangat senang bertemu dengan Henry (bertemunya di Perpustakaan loh..)
dan mengajaknya bertemu di restoran yang sangat disukai oleh Henry. Clare merasa lucu sendiri karena ia merasa telah begitu mengenal Henry dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, tentunya dengan Henry dari masa yang akan datang. Tetapi Henry sendiri merasa tidak mengenal Clare, ia bersikap wajar layaknya berkenalan dengan orang baru. Clare sempet kesal karena Henry tidak mengenalnya.
Clare dan Henry akhirnya menikah, kehidupan rumah tangganya berjalan normal. Tetapi Henry masih sering menghilang mejelajahi waktunya. Clare sudah beberapa kali hamil, akan tetapi selalu keguguran -janin bayinya seperti menjelajahi waktu juga-. Pada akhirnya, mereka mempunyai seorang anak perempuan yang dinamakan Alba. Nama untuk anaknya ini diambil dari hasil perjalanan waktu Henry, yang bertemu Alba di masa depan. Alba pun memiliki kemampuan menjelajahi waktu seperti ayahnya, akan tetapi Alba bisa mengendalikannya dengan bernyanyi. Read the rest of this entry »


