Pulau Tidung Nan Eksotis

kaniaaranda.wordpress.comDi pertengahan bulan Februari 2010, gw dan temen-temen kuliah yang tergabung dalam kelompok arisan Rumpi Warung Kupi merencanakan untuk pergi liburan. Lalu diusulkanlah beberapa tempat yang belum pernah dikunjungi, salah satunya adalah Pulau Tidung di Kepulauan Seribu Selatan. Awalnya, gw belum ngeh dimana itu Pulau Tidung, karena namanya sendiri memang belum familiar di telinga. Kata salah satu temen, Vini, Pulau Tidung itu pulaunya masih bagus, pantainya indah dan belum banyak dikunjungi orang, jadi kalau kesana belum rame banget lah.

Dengan niat menggebu-gebu *agak lebay* akhirnya si Vini dan sang pacar, Arif, berbaik hati untuk survei ke Pulau Tidung. Ternyata eh ternyata, Arif punya adik yang sudah menikah dan tinggal bersama suaminya di Pulau Tidung. Jadi, boleh dibilang surveinya si Vini dan Arif sangat-sangat terbantu dengan ada adiknya disitu.πŸ˜‰

Vini dan Arif pun pulang survei dengan segudang foto keindahan Tidung dan cerita-cerita menarik *lebaynya mulai lagi*πŸ˜› But seriously, foto-fotonya memang baguuus, semakin bikin ngiler buat cepet-cepet pergi ke Tidung, hehehe.. Akhirnya, kami pun -biasa disebut dengan Rumpiers– mulai mempersiapkan semuanya, se-detail-detail-nya. Ada 15 orang Rumpiers yang akhirnya bisa pergi, yaitu gw sendiri, Vini, Lala, Indira ‘Pandir’, Neng Ashry ‘Nengki’, Cintia ‘Indun’, Deasy, Uthe, Sari, Puji, Indah ‘Mocan’, Defi, Prabu, Muje dan Arya.

Let’s start the holiday…

::DAY I – Sabtu, 5 Juni 2010::

04.00 Bangun tidur (Lokasi: kediaman Vini, Ciledug)

Rumpiers memutuskan untuk menginap dirumah Vini pada hari Jum’at malam, supaya bisa berangkat bareng ke Muara Angke. Kondisi pagi ini cukup hectic, karena pada berebut kamar mandi. Tapi tetep aja masih ada yang tertidur dengan pulasnya, sembari menunggu kamar mandi kosong *lirik Lala, Uthe, Prabu dan Muje*.

05.30 – 06.45 Perjalanan Ciledung – Muara Angke

Thanks to Vini’s Mom, karena beliau lah kita dibolehin nginep -dan membuat kegaduhan- serta disediakan 2 mobil untuk mengantar Rumpiers ke Muara Angke. Perjalanan cukup aman terkendali, kecuali di saat mobil satunya lagi salah mengambil jalur di tol dan ban mobil Vini kempessssss!πŸ™„ Alhamdulillah dengan sigapnya Lala pun memberhentikan taksi kosong yang sedang lewat *two thumbs up, Lala*, dan kami pun meluncur kembali ke Muara Angke. Wuuuzzzzzz…

06.45 Tiba di Muara Angke

Masuk ke dalam kawasan Muara Angke, bau-bau tidak sedap pun menyerang. Duh, bener-bener deh pelabuhan ini, baunya ga nahaaaaan.. Amis banget, sampah dimana-mana, becek, lautnya pun hitam karena sampah! *iyyuuuuuh* Jadi, kudu siap-siap menutup hidung saat memasuki kawasan ini! Tapi semua itu ga menurunkan semangat Rumpiers untuk liburan.:mrgreen: Lalu, kami pun mulai mencari kapal yang akan kami tumpangi dengan meloncati dan memanjat beberapa kapal lain, dan bagi gw itu cukup sulit -faktor kegendutan juga nih-, hahaha. Oia, jangan dipikir kapal yang kami tumpangi itu kapal feri yah.. Sama sekali bukan!! Kami menumpangi kapal motor, yang hanya terbuat dari kayu dan bertutupkan terpal. Biaya yang harus dikeluarkan untuk naik kapal ini adalah 33.000 IDR per orang, jadi kalau PP ya 66.000 IDR. Informasi yang kami dapat, kapal-kapal di Muara Angke itu berangkat pukul 07.00, jadi harus ekstra pagi berangkat dari rumah. Sesampainya di kapal, kami pun mulai mencari tempat masing-masing untuk membuka lapak beristirahat, karena memang kami kurang tidur malamnya. Minum antimo pun dilakukan, demi jaga-jaga supaya ga mabok laut selama perjalanan.Β  3 jam boo dari Muara Angke ke Pulau Tidung! Selesai menggelar tempat masing-masing, misi foto-foto dan tidur pun dilakukan, hahaha. Kebangun jam 07.45, gw masih di Muara Angke!!!!😑 Ternyata, ada 1 rombongan yang datengnya telat, dan didalam rombongan tsb gw pun melihat seorang Astrid Tiar si Gadis Sampul… -penting bgt nih cerita-😐 Akhirnya sodara-sodara, ketika waktu menunjukkan pukul 08.00, kapal pun berangkat. Capcuuuuuus..

10.30 Tiba di Pulau Tidung

Horrreeeee!! Alhamdulillah, perjalanan lebih cepat setengah jam. Well, ternyata sekarang Pulau Tidung happening sekali, ramaaaaai! Pecah sudah yang ada di benak gw kalau Pulau Tidung itu masih sepi. Kami pun sudah ditunggu oleh adik iparnya Arif untuk segera menuju penginapan.

10.50 – 13.00 Tiba di Penginapan dan Ishoma

Penginapan di Pulau Tidung berupa rumah-rumah penduduk. Jadi ga ada deh yang namanya hotel/motel disitu, hehehe. Kami menginap dirumah adik iparnya Arif. Rumahnya cukup luas, terdapat 3 buah kamar, 2 kamar mandi, dapur, ruang makan, ruang keluarga lengkap dengan tv dan 2 kipas angin. Harga sewa rumahnya adalah 400.000 IDR per malam. Kami pun segera leyeh-leyeh dulu karena masih jetlag *woelah, lebaynya keluar lagi*πŸ˜† Cukup dengan leyeh-leyeh, kami makan siang dengan menu ikan tongkol goreng lengkap dengan sayur, kerupuk, dan buah. Untuk biaya makan adalah 15.000 IDR per orang per sekali makan.

13.00 – 17.00 Bersepeda keliling pulau, trekking menyeberangi jembatan panjang dan Tidung Kecil

Pulau Tidung terbagi atas 2 pulau, yaitu Tidung besar dan Tidung kecil. Kami menyewa sepeda seharga 15.000 IDR per hari untuk mengelilingi pulau. FYI, jok sepedanya keras banget boo..membuat pant** sakitnya ampun-ampunan! Tapi, Rumpiers tetap ceria dan excited banget untuk bersepeda. Biking pun dimulai dari Tidung besar yang merupakan perkampungan penduduk, sekolah, puskesmas dan lokasi pemerintahan, hingga ke jembatan menuju pulau Tidung kecil. Ternyata sekarang tidak boleh lagi bersepeda sampai ke Tidung kecil, mungkin karena faktor semakin banyak wisatawan dan jembatannya tidak terlalu kuat untuk dilintasi sepeda. Trekking pun dimulai dari jembatan panjang -dengan tidak lupa berfoto-foto dengan background pemandangan yang sangat indah- hingga sampai di Pulau Tidung kecil. Tidung kecil hanyalah berupa hutan mangrove yang sangat indah, dan rumpiers tidak menyia-nyiakan waktu untuk tidak berfoto! Hahaha.. Lelah trekking dan puas foto-foto, kami mencari sesuatu yang bisa dimakan -sebagai cemilan tentunya-. Sudah banyak penduduk setempat yang menjajakan makanan, mulai dari mie instan, bakso, mie ayam, siomay hingga sekedar wafer dan minuman. Harga rata-rata adalah 8.000 IDR. Yah, kalau dibilang enak banget sih ga juga, tapi bolehlah untuk sekedar mengisi perut yang keroncongan.:mrgreen:

17.45 – 22.30 Tiba kembali di Penginapan, Mandi, Ishoma, Ngobrol-ngobrol, Jalan-jalan malam, Tidur

Setibanya di penginapan, kami langsung mandi, istirahat dan makan malam sembari mengobrol dengan canda tawa.Β  Menu makan malam adalah ikan lagi dengan sayur, tahu dan kerupuk. Sebelnya kalau lagi liburan gini adalah, penyakit asthma gw suka kambuh! Itu bener-bener merusak suasana deh.. Walaupun sudah siap dengan obatnya, tetep aja kadang efek sembuhnya lama. Mungkin karena kecapekan naik sepeda juga kali yaa, jadi energi yang terbuang memang ekstra. Sekitar jam 8 malam, kami pun jalan-jalan kembali dengan naik sepeda. Padahal efek sakit di pant** masih terasa, tapi tetep aja kami bersuka cita. Niat jalan-jalan malam ini adalah mengunjungi pantai di ujung barat, tapi ga ketemu ujungnya, lebih banyak nyasarnya.πŸ˜† Karena asthma gw masih belum sembuh banget dan teman-teman juga sudah letih, akhirnya kami kembali ke penginapan dan tiduuuuuur.

::DAY II – Minggu, 6 Juni 2010::

05.30 – 07.00 Bangun Tidur, Sholat Subuh, Sarapan dan Persiapan Snorkeling

“Sunday morning, rain is falling.. Steal some covers, share some skin.. Clouds are shrouding us in moments unforgettable..”

– Sunday Morning by Maroon 5.

Lagu Sunday Morning tsb memang menggambarkan suasana pagi hari di Pulau Tidung. Gerimis kecil, yang membuat kami tidak bisa melihat sunrise. Tapi kami tetap merasa senang dan sedikit deg-deg-an karena akan snorkeling! Yeaaay, yippie!!πŸ™‚ Pagi itu kami melakukan ritual rutin, yaitu cuci muka, sikat gigi, bersih-bersih dan ganti pakaian untuk snorkeling. Selesai sarapan -yang lagi-lagi menunya adalah ikan- kami pun bergegas menuju tempat penyewaan alat-alat snorkeling.

07.30 – 10.00 Snorkeling time!!

Alat snorkeling yang kami sewa adalah fin (kaki katak), life jacket dan snorkel (alat bantu pernapasan) seharga 35.000 IDR. Lalu kami menuju dermaga, naik kapal motor kecil dengan biaya sewa 300.000 IDR per kapal, dan pergi mencari laut yang tidak terlalu dalam tapi terumbu karangnya masih bagus. I feel lil’ bit nervous, because this is my first time to snorkeling and I can’t swim!! dan ternyata, yang ga bisa renang pun ada beberapa orang, jadi gw merasa “ada temennya”..hahaha. Beberapa teman meyakinkan kalau gw tetep bisa mengapung karena sudah memakai life jacket. Baiklah, gw merasa sedikit tenang -akhirnya-.πŸ˜€ Setelah menyebur ke dalam laut, waah..airnya segar sekali. Gw langsung mencoba untuk menyelam dan oh God, that was beautiful coral reefs! Terumbu karangnya masih tertata dengan apik lengkap dengan biota lautnya. Subhanallah… Gw yang tadinya takut, jadi kesenengan dan nagih pengen snorkeling lagi! Hahaha..

10.30 – 12.30 di Penginapan, Mandi, Ishoma dan Kembali ke Muara Angke

Selesai snorkeling, kami kembali ke penginapan untuk mandi dan bersiap kembali ke Muara Angke. Sebelumnya, kami mengembalikan alat snorkeling yang sudah di sewa ke tempatnya. Antri kamar mandi kembali terjadi, tapi kami tetap bersenang dan bersenda gurau. Makan siang pun tetap dengan menu yang sama, yaitu ikan. Namun ada tambahan telur belado kali ini, hahaha. Sudah beres semua, kami berjalan ke dermaga dan menunggu kapal. Tetap disambi dengan kegiatan foto-foto -dan tentunya rasa lelah tiada tara-.

15.00 Tiba di Muara Angke

Perjalanan pulang kali ini ombak dirasa lumayan gede. Walaupun lelah dan sudah minum antimo, gw sama sekali ga merasakan ngantuk.Β  Menjelang Muara Angke, perut jadi mual karena mencium bau-bau amis kembali.πŸ˜• Dari Muara Angke menuju Grogol naik angkot merah 5.000 IDR per orang, kayaknya dipalak nih 5.000, karena seharusnya cuma 3.500 IDR saja. Setelah itu, gw dan Deasy naik taxi menuju rumah. and then, welcome back home!! πŸ™‚

Itulah sedikit cerita tentang liburan kami ke Pulau Tidung. Semoga dapat dinikmati..πŸ™‚

Next vacation? hemm, Eropah boi.. eropaaaahhh *dengan gaya arai di Sang Pemimpi* hahahaha, amiiin!

Β© June 2010 @ Orange Room

Source of Photos: pribadi, Ashry Noviana Fajry, dan M. Prabu Wibowo.

2 thoughts on “Pulau Tidung Nan Eksotis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s